Minggu, 30 September 2012

..:: BERADU KHAYALAN ::..

Senyummu menggetarkan ruas-ruas iman ku, tak sadar kau melumpuhkan logika yang selama ini ku tahan demi terciptanya kesempurnaan, senyummu yang menyeret-nyeret bilik jantungku tak kuasa ku cegah, dengan segala kesempurnaan yang kau miliki, aku hanya bisa beradu hanyalan. Kau seperti semenanjung yang tinggi yang tak bisa kutempuh dengan permohonan dan belas kasih. hati ini tak bisa jujur dengan dunia yang semakin memberatkan pundak hidupku. Berjalan sendiri tanpa senyummu serasa taman tak berbunga, tak ada warna warni dan harumnya surgawi. Bila kau tau bahwa aku tak bisa bernafas tanpa senyum yang dihiasi telaga madu yang berada dibibirmu. Kau hadir lebih sempurna dari yang terdahulu yang belum sempat ku kenal, kuingin sekali membelai hatimu yang teduh. Ada rasa tak percaya dengan apa yang telah ku terka, haruskah aku tertusuk ribuan kali oleh dunia yang amat kejam ini. Tak bisa ku cegah semua halusinasi mengenai dirimu, wajahmu yang selalu hadir dalam setiap sholat dan lamunanku.
Merambah jiwamu sulit kurasa, getar asmara kian hari yg kian membuat jiwa ini gila karena sosokmu yang menawan, ya Allah aku memohon padamu karena aku percaya kepada-Mu bukakanlah sedikit pengertian dalam hatinya bahwa aku sangat ingin memeluk seluruh jiwa dan raga yang dia miliki. puing-puing hati yang semakin berserakan karena runtuh oleh kesempurnaan rupa yang dia miliki. logika ini ingin sekali berontak dan melupakannya karena kuanggap hanya kesan dan kekaguman yang lambat laun akan hilang dengan sendirinya, namun dugaan itu salah, perasaan ini justru berakar kuat dan tumbuh subur di palung hati, aku tidak bisa mencegah ini, aku takut kalau dia berbunga dan berbuah bencana. ya Allah hamba penuh dosa dan kemunafikan haruskah cinta ini ku kubur kembali dengan sangat terpaksa dan penuh penyesalan, kau yang menciptakan adanya cinta tapi kalau cinta seperti ini tak kuasa menanggung dan menyiramnya. Ku tak sanggup jika seperti ini terus, aku juga ingin merasakan indahnya dicintai dan mencintai karena itu adalah anugerah Engkau yang terindah di bumi ini.
Senyum mu membelah perasaanku yang memandang terpana dan bisu, harum tubuhmu sempat kurasa indah dan menghancurkan sendi-sendi imanku. sejernih harapanku yang mengalir deras dilubuk hati yang terus mencair menunggu untaian tanganmu memegang jemariku yang kian letih menanti. seribu harapan kesadaran akan cintamu padaku benar-benar kutunggu meski itu sangatlah mustahil bagi sebuah makhluk penuh dosa dan berada di level kasta terendah di bumi ini. biarlah orang menilai apapun tapi aku tetap mencintaimu setulus air hujan yang membasahi bumi tanpa mengharap imbalan. Ada sesuatu keyakinan pada diriku semoga kau membuka hatimu untukku walau hanya seujung kuku, tapi arti bagiku sebuah oase yang berada di hamunaptra. mungkin agak berlebihan menyanjungmu tinggi-tinggi, karena hanya engkaulah yang saat ini membuat hati bisa bergetar dan berbunga dikala aku sedang dilanda badai kehidupan yang semakin tak jelas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar